“Tercyiduk”, Eks Menteri Israel Jadi Mata-mata Iran

oleh
Former Israeli energy minister Gonen Segev (C) appears at the Tel Aviv district tribunal 22 April 2004. Segev was remanded in custody after having been arrested on suspicion of attempted drug-trafficking. The court ordered that Segev remain in custody until April 28. Segev, who had served as a minister in the cabinet of the late Labour party prime minister Yitzak Rabin, is accused of trying to smuggle 25,000 ecastasy tablets from Holland by changing the date on an out-of-date diplomatic passport. AFP PHOTO/Yariv KATZ -- ISRAEL OUT / AFP PHOTO / YARIV KATZ

BERITAJAKARTA – Mantan menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Gonen Segev, dikabarkan mengakui melakukan kegiatan mata-mata untuk Iran namun bertujuan membantu Israel.

Media Channel 10, seperti dilansir Jerusalem Post, memberitakan Segev justru berharap bakal dianggap sebagai pahlawan bagi Israel.

“Saya ingin menipu orang-orang Iran dan kembali ke Israel sebagai pahlawan,” kata Segev kepada para penyidik seperti dilansir Channel 10 dan Jerusalem Post, Selasa (19/6) waktu setempat.

Segev saat ini sedang ditahan di sebuah lokasi penahanan yang dikontrol dinas intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, selama sembilan hari. Dia belum diperbolehkan untuk bertemu pengacara sejak tertangkap sebulan lalu.

Menurut Channel 10, intelijen Iran memancing Segev sebelum merekrutnya dengan mengundangnya mengobati pasien di kedutaan besar Iran di Abuja, Nigeria, pada 2012. Setelah direkrut, Segev datang ke Iran sebanyak dua kali menemui atasannya di dinas intelijen Iran.

Segev pernah dipenjara dalam kasus penyelundupan obat-obatan terlarang, dan penipuan. Pada 2005, Segev ditangkap dan dijatuhi hukuman atas penyelundupan obat-obatan terlarang, penipuan kartu kredit dan mencoba menyelundupkan 32 ribu butir pil ekstasi dari Belanda ke Israel.

Dia diekstradisi dari Guinea Khatulistiwa setelah ditangkap pada bulan lalu dengan tuduhan membantu musuh dan memata-matai Israel serta memberikan informasi intelijen kepada Iran.

Intelijen Israel mencurigai Segev telah menyerahkan sejumlah informasi kepada dinas intelijen Iran seperti informasi mengenai industri energi, lokasi keamanan, gedung dan pejabat politik serta keamanan Israel.

Kepada penyidik dari Shin Bet, Segev mengaku tidak menyerahkan informasi rahasia apapun kepada petugas intelijen Iran. Dia juga mengaku tidak memiliki motif ideologi dan keuangan terkait tindakannya itu.

Segev pernah tinggal di Nigeria dan aktif di komunitas Yahudi selama sepuluh tahun di sana. Dia juga membuka praktek pengobatan setelah izinnya prakteknya dicabut di Israel. (*/tempo)