faktor yang membuat proses pembangunan hunian untuk korban terdampak bencana di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Banten serta Lampung termasuk lambat

oleh

BERITAJAKARTA – Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan salah satu faktor yang membuat proses pembangunan hunian untuk korban terdampak bencana di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Banten serta Lampung termasuk lambat karena terhambat jumlah fasilitator sebagai tenaga kerja pembangunan.

Oleh karena itu dirinya berencana akan menambah fasilitator dari TNI untuk mempercepat pembangunan.

“Persoalan pembangunan hunian seperti di Lombok terhambat sumber daya manusia di daerah terbatas, oleh karena itu kami akan lakukan terobosan dengan mengerahkan fasilitator dari TNI yang berasal dari masyarakat lokal di sana sehingga komunikasi berlangsung mudah,” jelasnya dalam rapat dengar pendapat dengan tim pengawas penanggulangan bencana DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Doni mengatakan akan ada seribu fasilitator TNI yang ditambahkan untuk mempercepat pembangunan hunian di Lombok.

“Tahap pertama ada 500 orang dan tahap kedua ditambah mencapai 1.500 orang yang sidah disetujui gubernur serta bupati, dan nanti rencananya akan kami tambah seribu orang sehingga diharapkan pembangunan akan berjalan lebih cepat,” terangnya.

“Fasilitator dari TNI itu akan merangkap menjadi tenaga pertukangan,” imbuhnya.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono dalam forum yang sama.

Menurutnya dari 1.317 fasilitas umum yang ada di NTB ada 1.230 bangunan fasilitas umum yang harus diperbaiki.

“Lima ratus tujuh belas di antaranya dilakukan oleh pemerintah, itu belum dengan rumah-rumah warga yang harus kami awasi,” pungkasnya.(Tribunnws)