Hati-Hati, Ini 5 Penyakit yang Bisa Muncul Setelah Lebaran

oleh

BERITAJAKARTA.COM, Jakarta Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim selanjutnya manjalankan hari raya idul fitri atau lebaran. Ya, lebaran ini merupakan momen tahunan yang selalu dinantikan setelah menjalankan puasa Ramadan.

Banyak tradisi yang dilakukan saat momen lebaran ini datang. Mulai dari tradisi mudik hingga perayaan lebaran dengan bersilahturahmu, serta berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara.

Selain ciri khas di atas, momen lebaran juga identik dengan beraneka ragam sajian khas hari raya. Dari banyaknya serangkaian kegiatan dan sajian menu saat lebaran, jika tidak dikontrol dengan baik justru akan menimbulkan masalah kesehatan yang muncul.

Ya, banyaknya aktivitas serta tak terkontrolnya pola makan saat lebaran membuat beberapa orang kerap mengalami sakit setelah perayaan lebaran.

Berikut ini, Rabu (29/5/2019) telah merangkum beberapa penyakit yang kerap muncul setalah momen lebaran. Telah dirangkum dari berbagai sumber, penyakit yang perlu kamu waspadai saat momen lebaran.


Diare

Penyakit yang kerap muncul setelah lebaran adalah diare. Ya, diare adalah kondisi dimana kamu mengalami air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi feses yang lunak atau cair. Gejala yang terjadi saat diare menyerang adalah demam, mual, muntah, nyeri perut, mulas, dan perut kembung.

Penyebab dari munculnya diare ini beraneka ragam, mulai dari konsumsi makanan yang kurang bersih atau makanan yang mengandung kuman. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengiritasi lambung seperti, makanan pedas, asam, berminyak, dan juga minum minuman bersoda. Kemudian, reaksi alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menyebabkan diare.

Nah, saat kamu mengonsumsi berbagai jenis makanan di atas selama lebaran tanpa memperhatikan faktor-faktor yang disebutkan tersebut, maka dapat berpotensi menimbulkan diare. Kalau diare sudah terjadi, pastikan kamu mengganti cairan dan elektrolit yang keluar dengan segera.

Kamu bisa mengatasinya dengan minum cairan oralit atau sekedar air putih. Untuk sementara waktu, hindari makanan dan minuman yang dapat memicu diare, serta minum obat diare. Kalau diare tak kunjung mereda, segera periksakan diri kamu ke dokter.


Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau gipertensi merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Hipertensi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah karena konsumsi garam secara berlebihan.

Ya, umumnya makanan yang disajikan selama lebaran ini tinggi garam sehingga dapat memicu tekanan darah menjadi naik. Oleh karena itu, kamu perlu lebih bijak lagi untuk memilih makanan dan perlu memperhatikan kadar garam dari makanan yang kamu konsumsi agar tekanan darah dapat terkontrol.


Mag

Mag merupakan gangguan yang terjadi pada lambung. Penyakit ini ditandai dengan gejala nyeri ulu hati, sensasi sesak napas, mual, muntah, hingga perut kembung. Pada umumnya, mag terjadi akibat proses infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter pylori atau produksi asam lambung berlebihan.

Mag ini muncul karena disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor makanan dan minuman. Makanan pedas, asam, dan mengandung gas dapat mencetuskan mag. Nah, mengonsumsi jenis makanan ini selama lebaran tentu saja dapat meningkatkan risiko kambuhnya mag.

Ditambah lagi dengan kesibukan selama beraktivitas saat lebaran, membuat waktu makan kamu menjadi tidak teratur yang dimana bisa mencetuskan mag. Sebisa mungkin untuk menghindari faktor penyebab kambuhnya mag sebaik mungkin.


Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Selain itu, penyakit yang kerap muncul setelah lebaran adalah batuk dan pilek. Umumnya, batuk dan pilek adalah gejala dari penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Biasanya ISPA disebabkan oleh infeksi virus, yang menyerang apabila daya tahan tubuh sedang melemah, kelelahan, ataupun kurang tidur.

Hal ini bisa terjadi saat kamu telah menjalankan serangkaian kegiatan lebaran, seperti mudik dan berkunjung ke tempat kerabat untuk bersilahturami. Oleh karena itu, kamu harus rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan penyakit yang sangat cepat ini.(liputan6/***)