Anies Pecat Lurah Jelambar Jakarta Barat

oleh
Lokasi got di Jelambar yang digunakan puluhan pegawai honorer berendam berada tepat di depan rumah bercat putih Blok A 19 Kavling Polri atau hanya berjarak sekitar 500 meter dari Kantor Kelurahan Jelambar. Foto diambil pada Minggu (15/12/2019). (Foto Tribun Jakarta.com)

BERITAJAKARTA.CO.ID-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pecat Lurah Jelambar Grogol Petamburan Jakarta Barat karena viralnya video puluhan pegawai honorer berendam di got demi mendapat perpanjangan kontrak. Anies menjelaskan peristiwa tes pegawai honorer berendam di got itu terjadi pada pekan lalu. Dikutip TribunJakarta dari Kompas.com, Anies mengaku langsung menginstruksikan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan. “Lurahnya langsung dinonaktifkan. Semua yang terlibat langsung diperiksa dan statusnya nonaktif ya,” kata Anies di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (16/12/2019). Meski demikian, Anies tidak merinci siapa-siapa saja pejabat selain lurah yang turut dinonaktifkan atas peristiwa tersebut.

Anies mengatakan, peristiwa tes lapangan pegawai honorer berendam di got itu menjadi pelajaran semua pihak. Ketika ada proses seleksi pegawai honorer, maka semestinya dilakukan dengan cara beradab. “Kebiasaan-kebiasan apapun ya, yang dilakukan di manapun, walaupun sudah berkali-kali kalau itu tidak menjaga prinsip keberedaban, maka tidak boleh dilaksanakan dan akan diberi sanksi,” lanjut dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, akan memproses siapapun jika melakukan hal serupa di wilayah lain. Namun, Anies tidak menjawab apakah tes semacam ini sudah terjadi lama sebelum kasus di Jelambar terungkap. Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi angkat bicara terkait viralnya video Puluhan pegawai honorer berendam di got di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Rustam mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, puluhan honorer tersebut berandam di saluran tersebut bukan dalam rangkaian tes syarat perpanjangan kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP).

Namun, mereka berendam di saluran air setinggi diatas 1 meter dengan kondisi air yang keruh itu lantaran bagian dari ekspresi euforia atas tes yang telah dilaksanakan. “Lurah katanya tidak ada di tempat (saat kejadian). Itu bukan bagian dari tes, tapi selesai tes mereka senang-senang disitu,” kata Rustam saat dihubungi, Minggu (15/12/2019). Kendati demikian, Rustam menyayangkan adanya tindakan tersebut, yang dirasanya sangat berlebihan dan kurang pantas.

“Tapi keterlaluan lah kalau gitu, itu saja persoalannya bukan proseduralnya. Tapi kelakuan yang keterlaluan itu jangan ke got lah kalau mau itu,” kata Rustam.

Editor Roy