Ketahui Suhu Air yang Ideal untuk Mandi

oleh

BERITAJAKARTA.CO.ID – Cara mandi yang benar juga ditentukan dari suhu air yang Anda gunakan. Lalu, berapakan suhu ideal air yang digunakan untuk mandi?

Berendam atau mengguyur badan dengan air panas maupun dingin sebenarnya sama-sama berkhasiat bagi kesehatan Anda.

Namun, keduanya memberikan efek yang berbeda bagi tubuh.

Mandi air panas
Jika Anda suka mandi air panas, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan.

Dikutip dari bertuahposcom, suhu air yang digunakan sebaiknya tidak lebih tinggi dari 44 derajat Celsius.

Selain itu, ketika berada dalam suhu tersebut, mandi selama lima menit saja sebenarnya sudah cukup.

Bila Anda menggunakan air panas sesuai anjuran, berikut sederet manfaat yang bisa Anda dapatkan.

Melancarkan peredaran darah pada seluruh tubuh.

Melemaskan otot-otot yang tegang, kaku, dan nyeri.

Meningkatkan hormon bahagia sehingga mengurangi stres dan cemas.

Membantu mengatasi insomnia dan gangguan tidur lainnya.

Di sisi lain, ada pula akibat yang bisa terjadi bila Anda tidak mandi air panas dengan cara yang benar. Berikut di antaranya.

  • Kulit kering dan pecah-pecah karena produksi minyak alami berkurang.
  • Rambut bercabang dan menjadi kering.
  • Tekanan darah menurun tiba-tiba sehingga kepala terasa berkunang-kunang.

Mandi air dingin
Pada hari yang panas atau saat bangun pagi, mandi air dingin tampaknya jadi pilihan yang menyegarkan.

Akan tetapi, jagalah suhu air agar tidak terlalu dingin. Jangan pula mandi dengan air es yang suhunya terlalu ekstrem bagi tubuh.

Mandi air dingin dengan cara yang benar dapat membuat tubuh tetap sehat berkat manfaat berikut ini.

Meningkatkan hormon adrenalin yang membuat pikiran lebih segar.

Merawat rambut dan kulit tetap sehat.

Meningkatkan daya tahan tubuh lewat produksi protein tertentu.

Membantu meringankan gejala depresi.

Seperti halnya mandi air panas, mandi air dingin juga menyimpan risiko tersendiri.

Kondisi berikut sebenarnya hanya muncul bila tubuh Anda terkena air yang sangat dingin dalam waktu lama, tapi Anda tetap perlu mewaspadainya.

Penyempitan pembuluh darah sehingga membahayakan suplai darah ke organ-organ penting.

Hipotermia, yaitu penurunan suhu internal tubuh secara tiba-tiba yang bersifat membahayakan.

Mandi dengan gayung, shower, atau bathtub?

Sementara beberapa orang lebih suka bersantai berendam air hangat di bathtub, yang lain lebih memilih kenyamanan mandi di bawah pijatan air deras dari pancuran air atau memakai gayung.

Pada dasarnya, mandi dengan ketiga cara ini sama-sama benar.

Berendam di bathtub adalah cara terbaik untuk bersantai dan menikmati waktu Anda.

Anda bahkan bisa banyak bereksperimen dengan membuat busa, menambahkan minyak esensial, atau menggunakan bath bomb untuk menambah efek relaksasi.

Berendam amat baik karena uap dari air hangat dalam bathtub dapat membuka pori dan meluruhkan kotoran pada tubuh.

Namun, sel kulit mati, sisa sabun dan sampo, serta kotoran yang rontok dari tubuh Anda akan bercampur dalam air rendaman.

Sementara itu, membersihkan badan di bawah kucuran shower atau memakai gayung bisa membuat tubuh lebih segar dan memulihkan energi.

Apalagi, jenis shower tertentu dilengkapi dengan pijatan air yang membuat tubuh serasa sedang dimanjakan di spa.

Jika tubuh sangat kotor, misalnya setelah bekerja atau berolahraga di luar ruangan, cara mandi yang tepat mungkin adalah dengan shower atau gayung.

Bila Anda masih ingin berendam pun tak ada salahnya, tapi usahakan jangan terlalu lama. (mg1)