Gubri: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Riau Meningkat 2,5%

oleh

BERITAJAKARTA.CO.ID – Gubernur Riau Syamsuar mengungkapkan bahwa angka kematian di Riau saat ini meningkat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya angka kasus penyebaran Covid-19. Pekanbaru menjadi daerah penyebaran tertinggi.

Dia merincikan bahwa kondisi penyebaran Covid-19 di Riau kian mengkhawatirkan. Saat ini kasus aktif Covid-19 sudah mencapai 5.082 orang. 953 orang dirawat di rumah sakit, kemudian yang isolasi mandiri dan juga Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 4.129 orang.

Selain itu bor IC yang terpakai sekitar 59%, bor isolasi sekitar 64%, untuk angka kesembuhan menurun dari sebelumnya sekitar 86.7% dan angka kematian meningkat 2,5% jika dibandingkan sebelumnya hanya 2,4%.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan dengan kabupaten/kota, bahwa untuk saat ini semua daerah di Riau telah menetapkan PPKM sesuai dengan apa yang diarahkan oleh pusat, seperti dilansir bertuahposcom

Pemerintah daerah juga sudah melarang warga mudik di lebaran Idul Fitri 1442 H/2021. “Kami tidak mengizinkan kepada seluruh masyarakat Riau melakukan mudik ke luar provinsi maupun didalam lingkungan provinsi,” sebutnya.

Dia menambahkan, melalui kesempatan ini Provinsi Riau telah membentuk titik-titik pencatatan atas kerjasama dari POLRI, TNI, Satpol PP, Dinas perhubungan dan ini tentunya dibantu juga dengan kesehatan dan lain-lain yang diharapkan nanti adanya kerjasama

“Bentuk pengawasan dan penyenkatan dilakukan beberapa titik di Provinsi Riau diantaranya 9 titik pos perbatasan antar provinsi, dan 49 titik pos perbatasan antar kabupaten/kota,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan penyekat yang dilakukan dibagi menjadi 3 masa yaitu yang pertama masa pengetatan mudik pra yang berlangsung tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021, kedua masa peniadaan mudik berlangsung tanggal 6 hingga 17 mei 2021, dan yang terakhir masa pengetatan mudik pasca yang berlangsung 18 hingga 25 Mei 2021. (mg1/bertuahposcom)