Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional

oleh -8 Dilihat
oleh

Perum Perum Bulog mencatatkan tonggak baru di sektor pangan nasional dengan memulai ekspor perdana beras premium ke Arab Saudi melalui produk unggulan bernama Beras Haji Nusantara. Langkah strategis ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan jamaah haji Indonesia, tetapi juga membuka peluang jangka panjang bagi ekspor beras nasional ke pasar internasional yang lebih luas.

Pengiriman tahap pertama akan dilakukan pada 28 Februari 2026, diikuti dengan gelombang kedua pada 4 Maret 2026, dengan total volume ekspor mencapai 2.280 ton beras premium senilai sekitar Rp150 miliar. Ekspor ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Bulog secara resmi ke negara Timur Tengah tersebut.

Menurut Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, beras yang diekspor ke Arab Saudi merupakan jenis premium dengan standar mutu tinggi yang sesuai permintaan importir di sana. Beras ini dipilih karena teksturnya pulen, aroma yang khas, serta cita rasa yang dianggap sesuai dengan preferensi konsumen di Arab Saudi, termasuk untuk konsumsi jamaah haji yang berasal dari Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, pengiriman beras premium menuju pasar Arab Saudi akan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan tujuan Pelabuhan Jeddah. Setelah sampai di Jeddah, tanggung jawab distribusi beras menjadi wewenang importir setempat, termasuk penyalurannya ke dapur-dapur haji yang menyediakan konsumsi bagi jamaah.

Ekspor beras haji ini dipandang bukan hanya sebagai solusi kebutuhan pangan sementara, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi ekspor beras Indonesia ke segmen lain di Arab Saudi. Pemerintah bersama Bulog kini mulai mengevaluasi perluasan pasar ke jaringan ritel modern di negara tersebut, setelah mendapatkan respons positif dari importir. Dua jaringan ritel besar seperti Bin Dawood dan Lulu telah menyatakan minatnya untuk menyerap beras Indonesia setelah musim haji 2026.

Menurut Bulog, potensi ini didukung oleh tingginya jumlah jamaah umrah yang datang ke Arab Saudi setiap tahun, serta banyaknya warga negara Indonesia yang tinggal di sana. Strategi ini dinilai mampu memperluas pangsa pasar beras Indonesia, tidak hanya untuk konsumsi jamaah haji, tetapi juga untuk konsumen di luar komunitas ibadah haji dan umrah.

Bulog menegaskan bahwa kegiatan ekspor tidak akan mengganggu ketersediaan beras dalam negeri. Ekspor dilakukan berdasarkan perencanaan pasokan yang matang, dengan mempertimbangkan stok nasional yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sekaligus memenuhi komitmen ekspor ke Arab Saudi.

Ekspor ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen pangan yang mampu memenuhi kebutuhan internasional, terutama di negara tempatan di Timur Tengah yang memiliki permintaan tinggi akan bahan pangan berkualitas seperti beras premium.

Langkah pengiriman Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi menjadi momentum besar bagi sektor pertanian dan pangan nasional, sekaligus bukti kesiapan produk pangan Indonesia bersaing di pasar global.