Memeluk Keheningan: Menanti Janji yang Tak Pernah Ingkar

oleh -23 Dilihat
oleh

Bismillahirrohmanirrohim.

Segala puji bagi Allah, Dzat yang meminjamkan kembali napas ke dalam raga kita pagi ini, setelah “kematian kecil” yang lelap semalam. Kepada-Nyalah seluruh langkah akan berujung, dan kepada-Nyalah setiap rindu akan pulang.

Ketika Waktu Berhenti Bertanya

​Dalam keheningan sepertiga malam, mari kita resapi kembali gema firman-Nya dalam QS. Al-Munafiqun: 11:

​”Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

​Kematian bukanlah sebuah kemungkinan, melainkan sebuah kepastian yang sedang berjalan ke arah kita. Kita seringkali sibuk meminta tambahan umur, seolah-olah angka yang lebih panjang adalah jaminan kebahagiaan. Padahal, Allah tidak melihat berapa lama kita bernapas, melainkan berapa banyak makna yang kita titipkan dalam setiap embusan napas tersebut.

​Ajal tidak mengenal negosiasi. Ia tidak menunggu kita selesai membangun rumah, tidak menunggu kita matang dalam jabatan, bahkan tidak menunggu kita siap untuk bertaubat. Ia datang tepat saat titik terakhir dalam skenario hidup kita telah terlampaui.

Mempersiapkan Bekal di Balik Tirai Dunia

​Mengapa kita harus takut pada sesuatu yang sudah pasti? Alih-alih memelihara rasa was-was yang melumpuhkan, mari kita ubah ketakutan itu menjadi energi ketaatan.

​Menata Niat, Menjaga Taqwa: Biarkan setiap detak jantung kita menjadi dzikir yang tak terucap, bahwa kita hidup hanya untuk-Nya.

​Dunia sebagai Jembatan, Bukan Tujuan: Jangan biarkan hiruk-pikuk dunia yang sementara ini membuat kita lupa bahwa kita hanyalah musafir.

Jangan sampai kita terlalu sibuk menghias tenda di pinggir jalan, hingga lupa membangun rumah yang abadi di kampung halaman (akhirat).

​Amal sebagai Teman Setia: Saat tubuh terbujur kaku, hanya amal kebaikan yang akan menemani dalam kesunyian kubur. Pilihlah teman yang paling setia sejak hari ini.

​Sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ yang mengingatkan kita bahwa ajal adalah ketetapan yang terkunci rapat dalam rahasia langit; maka tugas kita bukanlah menghitung sisa umur, melainkan mengisi umur dengan sebaik-baiknya perjumpaan.

Doa dan Harapan

​Di hari yang mulia ini, di bawah langit Syawal yang mulai menua, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat yang tak terputus bagi kita semua.

​Semoga batin kita diberikan kesehatan sebagaimana raga kita dikuatkan.

​Semoga setiap tetes keringat kita dalam mencari rezeki yang halal menjadi keberkahan bagi keluarga.

​Semoga setiap langkah kaki kita, baik di jalanan dunia yang berdebu maupun di atas sajadah yang sunyi, selalu berada dalam dekapan perlindungan-Nya.

​Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

***

Oleh: Daru TS
(​Sabtu, 8 Syawal 1447 H / 28 Maret 2026)