Dirgahayu RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Aquarium Terbesar Jakarta

oleh -133 views

BERITAJAKARTA.CO.ID – Mengikuti PPKM, Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) tutup sementara semenjak 3 Juli 2021. Walaupun sedang tutup, JAQS sebagai sebuah lembaga konservasi yang peduli terhadap pelestarian satwa dan lingkungan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam merawat 3500 spesies satwa akuatik dan nonakuatik.

Rasa kebangsaan tim JAQS juga ditunjukkan usai merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 secara virtual di Instagram @jakartaaquarium. Adapun acara tanggal 17 Agustus 2021 ini mengusung tema pejuang.

“JAQS memilih tema penjuang karena kita semua berjuang terus di kemerdekaan, juga termasuk melawan pandemi COVID-19. Manusia dan satwa, sama-sama terdampak pandemi ini,” ujar Fira Basuki, Head of Social, Branding and Communication seperti dilansir detikcom.

Seperti tahun lalu, JAQS tetap melakukan pengibaran bendera raksasa. Bedanya di tahun ini, para penyelam mengenakan kostum para pejuang. Sementara itu bendera raksasa berhasil dikibarkan megah di bawah air seiring lagu Indonesia Raya oleh para penyelam pejuang dan puteri duyung (free divers) yang mengenakan kebaya dan berkonde. Mereka berseliweran dengan tarian pejuang diiringi lagu Maju Tak Gentar.

Tumpeng raksasa juga dibuat sebagai simbol rasa syukur, harapan dan doa. Tim restaurant Pingoo bahu membahu membuat makanan tradisional ini selama satu hari satu malam.

Momen 17 Agustus di Jakarta Aquarium.Momen 17 Agustus di Jakarta Aquarium yang dirayakan dengan tumpeng (dok Jakarta Aquarium)

Kesimpulannya, seluruh acara Perayaan 17 Agustus ini tetap dilakukan walau virtual. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa perjuangan dan semangat JAQS terus ada, untuk menerima para pengunjung (JAQSplorer) datang kembali nantinya.

Tak lupa diadakan pula parade satwa, untuk menunjukkan JAQS berhasil menjaga satwa-satwa. Faktanya, setelah JAQS berhasil melepasliarkan penyu dan tukik-tukik beberapa waktu silam saat pandemi, JAQS kembali dipercayai oleh Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menerima hibah dan merawat Penyu Sisik (Hawksbill Turtle/Eretmochelys imbricata).

Satwa baru yang dimiliki JAQS lainnya adalah dua ikan Hiu Karpet, atau Spotted Wobbegong (Orectolobus maculatus) dari daerah perairan Bali dan Lombok. Fisik hiu jenis ini unik, seperti memiliki janggut. Wobbegong itu sendiri berasal dari bahasa aborigin yang artinya memang janggut. (mg1)