Krisis Oksigen Tenaga Medis, Covid-19 India Semakin Buruk

oleh -200 views

BERITAJAKARTA.CO.ID – India menjadi sorotan dunia setelah angka kasus positif menanjak tajam di negeri Mahatma Gandhi itu. Situasinya semakin diperburuk dengan krisis oksigen yang dialami oleh para tenaga medis.

Kasus Covid-19 India saat ini masih mengalami lonjakan tajam. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, tercatat 386.452 kasus baru, dan hampir 3.500 kematian sehari, seperti dilaporkan India Today.

Rumah sakit di kota besar seperti New Delhi dan Mumbai kehabisan oksigen untuk pasien mereka yang terpapar virus mematikan itu. Banyak keluarga berebut oksigen di tengah stok yang kian terbatas, dan hingga kini belum tersedia.

Reuters melaporkan krisis oksigen medis mungkin akan mereda pada pertengahan Mei karena peningkatan produksi hingga 25% dan perbaikan infrastruktur.

Sejak terjadinya lonjakan kasus Covid-19, konsumsi oksigen medis di India ikut bertambah hingga delapan kali lipat dari biasanya. Sekitar 7.200 ton oksigen diperlukan setiap harinya untuk menangani pasien Covid-19.

Produsen oksigen di negara tersebut, Linde India dan Praxair India mengatakan sedang meningkatkan produksi oksigen hingga 9.000 ton per hari. Namun oksigen tersebut mungkin baru bisa diproduksi pada pertengahan Mei.

Pemerintah pusat juga telah berjanji akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri agar distribusi oksigen tetap berjalan. Namun stok di rumah sakit masih menipis.

Kondisi tersebut diklaim terjadi karena persediaan oksigen yang terbatas hingga jumlah distribusinya dikurangi pada beberapa daerah, seperti New Delhi.

“Tidak ada pasokan yang akan dikirim ke Delhi. Pasokan oksigen cair pertama-tama disalurkan ke rumah sakit pemerintah dan rumah sakit perusahaan besar,” kata Administrator Rumah Sakit di Pusat Medis East Delhi, Ajay Bedi. (mg1/bertuahposcom)