Masyarakat Boleh Sewa Wisma Atlet Eks Asian Games

oleh -1.080 views

BERITAJAKARTA – Asian Games 2018 telah berakhir. Sejumlah infrastruktur pendukung seperti hunian vertikal Wisma Atlet Kemayoran pun akan difungsikan untuk kepentingan lain.

Seperti misalnya Wisma Atlet Kemayoran. Hunian berbentuk vertikal ini akan dimanfaatkan untuk rumah rusun (rusun).

Pengalihfungsian Wisma Atlet Kemayoran akan dilakukan setelah Asian Para Games 2018 selesai digelar yakni pada 6 hingga 13 Oktober 2018.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi menjelaskan, setelah pesta olahraga terbesar se-Asia itu selesai, pemerintah akan mengalihfungsikan Wisma Atlet sebagai rumah susun (rusun).

“Tapi memang saat dibangun peruntukannya memang untuk rusun,” tuturnya seperti dikutip beritajakarta dari detikfinance.

Namun untuk saat ini Wisma Atlet Kemayoran masih akan digunakan untuk Asian Para Games 2018 yang digelar pada 6 hingga 13 Oktober 2018.

Wisma Atlet Kemayoran sendiri telah rampung pada Desember 2017. Jumlah tower yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan sebanyak 10 tower yang terbagi atas tujuh tower di Blok D10 dengan jumlah unit 5.494 unit dan akan menampung 16.482 orang. Tiga tower lainnya di Blok C2 dengan jumlah unit 1.932 unit yang menampung 5.796 orang.

Sejatinya saat ini pemerintah melalui Sekretariat Negara (Setneg) belum memutuskan Wisma Atlet tersebut akan difungsikan menjadi rusun milik (rusunami) ataukah rusun sewa (rusunawa).

Oleh sebab itu, maka harga komersil dari rusun Wisma Atlet tersebut juga belum bisa ditentukan. Semua masih menuggu keputusan Setneg.

“Ya (harga) itu juga masih menunggu keputusan Setneg,” kata Khalawi.

Yang pasti, kata Khalawi, Wisma Atlet Kemayoran tersebut akan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat yang belum memiliki hunian.

“Nanti bebas kok, tapi nanti Setneg yang tentukan. Tapi memang peruntukannya dipakai untuk keperluan seperti itu,” tambahnya.

Khalawi menjelaskan, sejak awal Wisma Atlet Kemayoran dibangun memang ditujukan sebagai rusun.

Peruntukannya juga disediakan kepada masyarakat Jakarta yang belum memiliki hunian. Seperti para milenial yang disebut-sebut lebih suka plesiran ke luar negeri ketimbang beli rumah.

“Untuk bantu generasi milenial yang belum memiliki rumah bisa sewa atau mahasiswa yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Kementerian PUPR juga mengajukan diri agar bisa mengelola kawasan Wisma Atlet Kemayoran di bagian Blok C2. Pihaknya ingin bagian tersebut diperuntukan bagi PNS Kementerian PUPR yang belum memiliki rumah.

“Kami memang minta yang Blok C2 untuk kami yang kelola. Tapi kami masih menunggu keputusan Setneg. Kalau disetujui ya nanti untuk PNS Kementerian PUPR,” imbuhnya.

Namun untuk keputusan peruntukan Wisma Atlit Kemayoran akan diserahkan Sekretariat Negara. Nantinya diputuskan apakah gedung-gedung hunian itu apakah difungsikan menjadi rusun milik (rusunami) ataukah rusun sewa (rusunawa). (detikcom)