Rupiah Masih Terlalu Murah di 2019

oleh -1.078 views

Beritajakarta- Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS disebut masih terlalu murah (undervalued) namun dalam beberapa waktu ke depan, Bank Indonesia (BI) menegaskan potensi penguatan kurs terbuka lebar.

Tercatat, Rupiah pada penutupan perdagangan hari ini bergerak mixed di level Rp14.457 per USD.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan meski masih terlalu murah, ruang penguatan untuk mata uang Garuda cukup terbuka, terutama karena berkuranganya potensi dana keluar setelah sinyalemen Bank Sentral AS Federal Reserve yang memotong perkiraan frekuensi kenaikan suku bunganya tahun ini.
Di akhir 2018 lalu, BI memperkirakan The Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya menjadi hanya dua kali dari perkiraan sebelumnya sebanyak tiga kali.

Selain itu, sebagai otoritas moneter, Perry berjanji akan mengoptimalkan langkah stabilisasi pasar tahun ini dengan berbagai instrumen seperti intervensi yang terukur, barter valas (swap), maupun Domestik- NDF (DNDF).

“Dua faktor lainnya untuk penguatan Rupiah adalah kredibilitas kebijakan yang ditempuh oleh BI, maupun pemerintah, dan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah,” kata Perry.

Di 2019, BI mengklaim optimistis bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia akan menurun menjadi 2,5% Produk Domestik Bruto (PDB) dari kisaran tiga persen PDB di 2018.

Sepanjang 2018, ketika tekanan eksternal sedang tinggi menerpa pasar keuangan Indonesia, rupiah terdepresiasi 5,9%, dengan tingkat volatilitas 8%. (Okezone)